Kairo (25/01/2024) Hari ini, tim bertemu dengan WHO kantor Kairo Mesir diterima Mr. Eystein. “Pertemuan yang berlangsung satu setengah jam ini sangat berarti bagi tim karena dari beliau kita mendapatkan banyak informasi terkini penanganan kesehatan di Gaza dan Rafa”, tutur Naibul Umam selalu koordinator tim advance EMT Muhammadiyah.
“Secara khusus WHO juga memberikan apresiasi atas pencapaian dan kiprah EMT Muhammadiyah selama ini sehingga kami bisa mendapatkan informasi mendetail terkait tantangan dan peluang bila berkeinginan mendirikan rumah sakit lapangan”, imbuh Umam menambahkan.
Sebagaimana diketahui bersama dari berbagai pemberitaan bahwa situasi dan kondisi keamanan sangat tidak memungkinkan personil sipil bisa menjangkau kawasan Rafa dan Gaza. Hanya personil militer dan staf diplomatik saja yang dapat akses memasuki wilayah tersebut. Hal serupa juga disampaikan WHO kepada tim advance EMT Muhammadiyah. Namun demikian tim juga mendapatkan gambaran bagaimana membangun komunikasi dengan para pihak terutama Pemerintah Mesir dengan Pemerintah Indonesia guna memudahkan rencana pendirian rumah sakit lapangan.
Dokter Anang salah satu anggota tim juga mengomentari perihal tingkat kesulitan bantuan medis ke lokasi tersebut. “Salah satu pertimbangan utama dari sisi keamanan adalah keselamatan petugas lapangan bila harus memasuki kawasan perang”, tuturnya. Hal senada juga disampaikan Pristiawan Buntoro yang bertindak selaku safety and security tim advance EMT Muhammadiyah. “Kami tentu banyak mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan baik untuk barang maupun personil. Walau demikian tentu kami harus tetap memiliki keyakinan bisa mendapatkan solusi setelah nanti akan banyak pihak yang akan kami ajak diskusi”, imbuhnya.
Pada kesempatan terpisah tim advance EMT Muhammadiyah menyempatkan diri bertemu dengan tim dari PMI yang telah bertugas di Kairo sebelumnya. Perlu diketahui bahwa sebelum keberangkatan tim advance EMT Muhammadiyah telah beberapa kali membangun komunikasi dengan personil PMI dari Markas Besar PMI Pusat yang telah cukup lama berada di Kairo. Pertemuan dengan tim dari PMI ini cukup membuka peluang bagi langkah dukungan Muhammadiyah untuk Palestina. Menurut penuturan Gunawan Hidayat sekretaris Lazismu Pusat yang turut bergabung sebagai tim advance EMT Muhammadiyah menyebutkan bahwa pertemuan dengan teman PMI ini menambah cakrawala pemikiran sekaligus gagasan baru.
“Tentu kami bergembira dan terbantu berkat informasi penting yang kami peroleh terutama membuka peluang model bagi tasyaruf ZIS kepada warga Palestina yang berada di Mesir, Rafa dan Gaza”, tutur Gunawan dengan penuh antusias. ” Setelah pertemuan ini tentu kami belum berani memberikan langkah teknis tetapi kami sudah mendapatkan gambaran awal apa yang perlu dilakukan Muhammadiyah secara lebih luas dan berkelanjutan untuk membantu Palestina”, imbuh Gunawan mengakhiri pembicaraan.


