Pada 12 Maret 2024 telah dilaksanakan pertem’uan antara ketua LP2M dan penerima beasiswa kader pesantren. Beasiswa inimerupakan kerjasama antara LP2M, Lazismu serta PCIM Mesir yang telah dimulai dari bulan September tahun 2023, harapannya dengan adanya beasiswa ini akan memberikan solusi atas kekhawatiran warga persyarikatan secara umum atas minimnya kader ulama.
Acara ini merupakan lanjutan dari acara-acara yang telah dilaksanakan dan merupakan ikhtiar dalam pembinaan kepada para penerima beasiswa serta laporan umum kepada pihak penyeleggara yaitu Lazismu dan LP2M. Acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, dihadiri oleh DR Maskuri selaku ketua LP2M, Mbak Shofi sebagai Perwakilan Lazismu, Umair Fahmiddin LC.Dip selaku Tim Pembina, serta Ketua Umum PCIM Mesir yaitu Hidanul Achwan LC.
Acara dimulai pada pukul 09.00 waktu Kairo atau pukul 14.00 WIB dan dimoderatori langsung oleh Dr. Cecep Taufiqurrahman. Lanjut pengarahan oleh Maskuri selaku Ketua LP2M, Laporan Umum oleh Ketua PCIM, hingga masukan dan usulan oleh teman-teman penerima beasiswa.
“LP2M diperiode ini memiliki target mencetak 1.000 kader Ulama’ di persyarikatan, harapannya kerjasama serta hubungan dengan PCIM Mesir makin erat dan saling mendorong untuk mencapai pada target tersebut” Ujar Maskuri
Target tinggi ini bukanlah sebuah keinginan biasa, mengingat jumlah pesantren Muhamamdiyah hingga saat ini sangat melonjak. PR dengan melonjaknya pesantren adalah menyiapkan kader Ulama’ untuk mengisi dan mengajar di pesantren tersebut.
Sejauh ini, ada empat kader penerima beasiswa ini yang telah menyelesaikan studinya dan sedang mengabdi di Persyarikatan. Baik itu kegiatan pengajian umum, pengajian kitab, menjadi pengajar di sekolah formal pesantren, dll. Harapannya 16 kader lain yang akan kembali ke Indonesia di tahun selanjutnya akan memberikan manfaat lebih bagi warga persyarikatan
“Program ilmu falak perlu diperhatikan, karena ironi jika Kader Ulama’ Muhammadiyah tidak mengetahui ilmu falak. Karena ilmu ini sangat identik dengan Muhaamdiyah” Kata Fajar ( Penerima Beasiswa Kader Pesantren )
Fajar mengusulkan kegiatan yang juga tak kalah penting yang harus diketahui oleh kader Ulama’ Muhamamdiyah, yaitu Ilmu Falak. Mengingat hal tersebut merupakan ciri khas dari Muhammadiyah yang setiap tahun memiliki perbedaan dalam menetapkan penanggalan hijriyyah.
Acara berlangsung hangat dan bernuansa kekeluargaan, semua laporan, tanggapan dan usulan akan ditampung oleh LP2M sebagai penyelenggara dan akan menjadi evaluasi untuk penyelenggaraan beasiswa ke depannya. Harapannya target 1.000 kader Ulama’ tadi bukan hisapan jempol semata, namun akan benar-benar terwujud di masa depan.
Oleh: Yusmi Ridho

