Karya Tulis
Beranda » Blog » Dari Jogja Menuju Dunia Bersama Muhammadiyah Melawan Islamofobia Di Eropa

Dari Jogja Menuju Dunia Bersama Muhammadiyah Melawan Islamofobia Di Eropa

“Cintailah apa-apa yang di bumi, maka kau akan mendapatkan cinta dari apa-apa yang ada di langit.” Ungkapan ini menjadi filosofi kehidupan Islami yang dipegang teguh oleh Muhammad Darwish, yang dikenal sebagai K.H. Ahmad Dahlan. Dengan semangat memperbaiki kondisi umat di negerinya, beliau berkelana demi memperoleh ilmu pengetahuan yang cukup sebagai bekal perjuangannya. Jiwa sosial dan pengetahuan yang mendalam menjadikannya terinspirasi oleh makna surat Al-Ma’un, yang kemudian melahirkan gerakan dan pemikiran revolusioner.

Melalui tadabur panjang terhadap surat tersebut, K.H. Ahmad Dahlan memelopori berdirinya organisasi Muhammadiyah pada 18 November 1912 di Kampung Kauman, Yogyakarta. Organisasi ini bergerak dalam berbagai sektor kehidupan, mulai dari sosial, budaya, pendidikan, hingga ekonomi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Muhammadiyah menjadi bukti nyata dari gagasan brilian K.H. Ahmad Dahlan, yang berhasil memadukan makna sosial surat Al-Ma’un dengan asas kemajuan untuk membangun peradaban umat yang lebih baik.

Awal Perjuangan Muhammadiyah di Bidang Sosial dan Pendidikan

Pada awal pendiriannya, Muhammadiyah fokus pada bidang sosial dan pendidikan. Surau-surau kecil dan balkon musala menjadi saksi bisu atas perjuangan Muhammadiyah dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat. Dari upaya kecil ini, Muhammadiyah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, hingga akhirnya pada 22 Agustus 1914, organisasi ini mendapat pengakuan resmi sebagai badan hukum oleh pemerintahan kolonial Belanda.

Dengan dasar sosial dan kemajuan, Muhammadiyah terus berkembang pesat, mengibarkan sayapnya di berbagai sektor kehidupan. Hingga kini, Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang memiliki peran besar dalam penyediaan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial, yang tersebar di seluruh penjuru negeri.

Berbicara tentang Muhammadiyah, kita tidak bisa melepaskan dua kata kunci utama: Al-Ma’un dan kemajuan. Kedua unsur ini menjadi landasan Muhammadiyah dalam menjalankan setiap kegiatan dan pekerjaannya. Surat Al-Ma’un menggambarkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, yang menjadi dasar kuat bagi Muhammadiyah dalam membangun panti asuhan, rumah sakit, hingga berbagai lembaga pendidikan. Bahkan, Muhammadiyah tercatat memiliki jumlah perguruan tinggi yang lebih banyak dibandingkan yang dimiliki pemerintah.

Selain asas sosial, asas kemajuan juga menjadi ciri khas Muhammadiyah. Asas ini menjadikan Muhammadiyah sebagai organisasi yang mampu beradaptasi dengan modernisasi, baik dalam gagasan, pemikiran, maupun langkah strategisnya. Kombinasi antara makna Al-Ma’un dan kemajuan inilah yang menjaga konsistensi Muhammadiyah dari masa ke masa.

Peran Muhammadiyah dalam Melawan Islamofobia di Dunia Internasional

Saat ini, dunia internasional menghadapi isu Islamofobia yang cukup kompleks. Di Barat, Islam sering kali dipandang sebagai gerakan radikal, sebuah stereotip yang diperkuat oleh peristiwa-peristiwa tertentu seperti tragedi 9/11 atau konflik di Timur Tengah yang diberitakan dengan mengatasnamakan Islam. Akibatnya, kebencian terhadap Islam terus tumbuh, yang bahkan dimanfaatkan sebagai alat politik oleh beberapa partai seperti Stram Kurs di Swedia atau Marine Le Pen di Prancis.

Muhammadiyah mengambil peran besar untuk melawan Islamofobia ini. Dengan landasan ucapan Ali bin Abi Thalib, “Mereka yang bukan saudaramu dalam Islam adalah saudaramu dalam kemanusiaan,” Muhammadiyah berupaya memperkenalkan Islam sebagai agama yang mencintai kedamaian. Upaya ini diwujudkan melalui pembangunan universitas, rumah sakit, dan badan sosial di berbagai negara, termasuk Australia dan Malaysia. Melalui lembaga pendidikan dan sosial ini, Muhammadiyah memberikan pemahaman kepada masyarakat internasional bahwa Islam adalah agama yang peduli terhadap sesama dan ramah terhadap lingkungan.

Kontribusi Muhammadiyah dalam Menyebarkan Pemahaman Islam yang Moderat

Sebagai organisasi yang terkenal moderat, Muhammadiyah juga aktif dalam meluruskan kesalahpahaman terhadap Islam di dunia internasional. Kader-kader Muhammadiyah yang unggul terus memproduksi artikel, jurnal, dan berita untuk memberikan pemahaman yang benar tentang Islam. Muhammadiyah juga mengikuti perkembangan algoritma media sosial untuk menjangkau lebih banyak orang, menyampaikan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin.

Hasil dari perjuangan ini mulai terlihat. Di Eropa, Islam menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan laporan The Gatestone Institute pada 2017, terdapat 423 masjid baru yang dibangun di Eropa, dan jumlah tersebut terus bertambah. Di Amerika Serikat, Muhammadiyah bahkan telah diakui sebagai organisasi resmi nirlaba, menandai pengaruh positif organisasi ini di tingkat internasional.

Keberhasilan Muhammadiyah dalam melawan Islamofobia dan menyebarkan ajaran Islam yang damai merupakan buah dari asas kemajuan dan penghayatan mendalam terhadap surat Al-Ma’un. Dengan semangat yang diwariskan oleh K.H. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah tidak hanya menjadi pelopor kemerdekaan dan kemajuan di Indonesia, tetapi juga menjadi salah satu tonggak penting dalam memperkenalkan Islam yang utuh dan sempurna kepada dunia internasional.

Oleh: M Sulthon Inuni ( Juara 3 Lomba Esai Milad PCIM Ke-21)

Daftar pustaka:

Gracia, S. (2023, september senin). sejarah peristiwa 11 september AS: serangan terorisme tewaskan ribuan korban. Diambil kembali dari detikjogja:https://www.detik.com/jogja/berita/d-6925250/sejarah-peristiwa-11-september-as-serangan-terorisme-tewaskan-ribuan-korban

hidayatullah tv. (2021, agustus). 500 gereja ditutup,sebagian menjadi masjid sehingga ada 423 masjid baru di london. Diambil kembali darihttps://youtu.be/D8ha5Cc6xSM?si=iKSYxJu-cJEdInm

ilham. (2021). Al-Maun dan Al Ashr: inspirasi kiai dahlan membangun amal usaha muhammadiyah. Diambil kembali dari muhammadiyah:https://muhammadiyah.or.id/2021/06/al-maun-dan-al-ashr-inspirasi-kiai-dahlan-membangun-amal-usaha-muhammadiyah/

narasi newsroom. (2023, februari). rasmus paludan,pembakaran quran,islamofobia di eropa. Diambil kembali dari https://youtu.be/qzPVhQWiku0?si=aBvqhhNjheEJtXbB

PinterPolitiktv. (2020, september). sejarah KH ahmad dahlan: jalan berliku sang pembaharu. Diambil kembali dari https://youtu.be/FK1YXavCklQ?si=5cHpjCxZHqOa_kXp

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Share