Site icon PCI Muhammadiyah Mesir

Muhammadiyah Mesir Gelar Bincang Santai dan Temu Kader Bersama Ustaz Fahmi Salim

Nasr City, Mesir – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Mesir menyelenggarakan acara “Bincang Santai dan Temu Kader” di Markaz Dakwah PCIM Mesir pada Minggu, 9 September 2024. Acara ini menghadirkan narasumber K.H. Fahmi Salim Zubair, Lc., M.A., dengan tema “Spiritualitas Ihsan dalam Pergerakan Dakwah Muhammadiyah untuk Menyelamatkan Semesta.”

K.H. Fahmi Salim, Lc., M.A., atau yang akrab disapa Ustaz Fahmi, adalah salah satu kader alumni PCIM Mesir dan saat ini menjabat sebagai anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah. Ustaz Fahmi menyelesaikan studi sarjana di jurusan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Al-Azhar, Kairo, pada tahun 2001, dan melanjutkan studi magister di universitas yang sama hingga lulus pada tahun 2007. Tesisnya berjudul Khithabat Da’wa Falsafah at-Ta’wil al-Hirminyuthiqi li al-Qur’an: ‘Ardh wa Naqd (Wacana Filsafat Hermeneutika Tafsir Al-Qur’an: Presentasi dan Kritik) bahkan meraih penghargaan khusus untuk dicetak dan dipertukarkan antaruniversitas.

Acara yang berlangsung di Auditorium K.H. Ahmad Dahlan, Markaz Dakwah PCIM Mesir ini dimulai dari pukul 17.00 hingga 20.00 waktu Kairo. Dalam sambutannya, Ustaz Fathi, Ketua Umum PCIM Mesir, mengungkapkan kegembiraannya atas kedatangan tamu spesial yang merupakan senior di PCIM Mesir.

“Kalau Ustaz Fahmi pulang ke tanah air di awal 2008, berarti saya baru datang ke Mesir sepuluh tahun setelahnya, pada 2018,” ujar Ustaz Fathi.

Dalam ceramahnya, Ustaz Fahmi menjelaskan bahwa Muhammadiyah tidak pernah kehilangan semangat dalam berdakwah dan menegakkan amar makruf nahi mungkar. Ia menegaskan bahwa gerakan dakwah Muhammadiyah salah satunya tercermin dari gerakan sosialnya, yang telah berperan besar dalam pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Menurut Ustaz Fahmi, tidak ada, bahkan termasuk negara sekalipun, yang mampu mengelola sebanyak itu lembaga pendidikan, kesehatan, dan sosial seperti Muhammadiyah.

“Muhammadiyah mampu mentransformasikan konsep akidah yang abstrak menjadi konsep yang nyata dan membumi. Seperti bagaimana K.H. Ahmad Dahlan mengamalkan Surat Al-Ma’un sebagai perwujudan keimanannya kepada Allah,” jelasnya.

Selain membahas tema utama, Ustaz Fahmi juga berbagi pengalaman pribadinya selama menimba ilmu di Al-Azhar. Ia mengisahkan rutinitasnya seusai kegiatan kuliah dan mengaji, di mana ia sering berjalan kaki mengunjungi toko-toko buku di kawasan Downtown. Ia juga membagikan cerita tentang betapa murahnya buku di Mesir pada masa itu dibandingkan dengan saat ini.

“Sekarang buku paling murah harganya 150 pound. Dulu, dengan 150 pound bisa mendapatkan banyak buku,” kenangnya.

Pada akhir acara, Ustaz Fahmi memberikan plakat penghargaan dari Al-Fahmu Institute, lembaga yang ia dirikan, kepada PCIM Mesir sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, ia juga menghadiahkan karya terbarunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, berjudul Opposing The Zionist Reclaiming Bait Al-Maqdis, kepada para peserta yang mengajukan pertanyaan pada sesi tanya-jawab.

Acara ini berjalan dengan sukses dan membawa semangat baru bagi para kader Muhammadiyah di Mesir untuk terus mengembangkan dakwah dan pergerakan sosial yang membawa manfaat bagi umat dan semesta.

Penulis: Daffa Alamsyah

 

Exit mobile version