Berita PCIM
Beranda » Blog » PCIM MESIR ADAKAN TEMU KADER BERSAMA TIM ADVANCE EMT MUHAMMADIYAH

PCIM MESIR ADAKAN TEMU KADER BERSAMA TIM ADVANCE EMT MUHAMMADIYAH

Kairo (Sabtu, 27/01/2024) Bertempat di gedung Markaz Dakwah PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) Mesir yang berada di kawasan Nasr City Cairo berlangsung pertemuan tim advance EMT Muhammadiyah dengan mahasiswa Muhammadiyah yang tengah menempuh pendidikan di Cairo. Acara yang dimulai sejak isya’ waktu setempat berlangsung kurang lebih dua jam dikemas dengan tajuk bincang santai. Temu kader ini dihadiri kurang lebih 30 orang yang memadati aula pertemuan lantai dua.

Bincang santai diawali dengan penjelasan koordinator tim advance EMT Muhammadiyah Naibul Umam terkait tugas selama berada di Mesir. Menurut penuturan Umam, tim ini diberi mandat untuk melakukan kajian lapangan guna memberikan rekomendasi teknis pengiriman personil EMT Muhammadiyah dalam mendirikan rumah sakit lapangan di Gaza. “Tugas kami hingga 2 Februari mendatang melakukan komunikasi dengan para pihak yang saat ini sedang melakukan respon Gaza baik dari Pemerintah maupun non Pemerintah”, jelasnya.

Dalam bincang santai tersebut juga dijelaskan perihal keberadaan EMT Muhammadiyah. Dokter Anang selaku anggota tim menjelaskan bahwa EMT Muhammadiyah yang disiapkan saat ini kualifikasinya adalah EMT type 1 fix. Anang menerangkan EMT type 1 fix yang dimiliki Muhammadiyah yang nantinya akan ditugaskan di Gaza berjumlah 33 orang terdiri dari tenaga medis dan non medis.

“Jadi namanya memang emergency medical team tetapi tidak semua anggotanya berlatarbelakang medis. Ada bagian bagian yang diisi oleh personil non medis yang kompeten di bidang logistik, air bersih dan sanitasi, elektris dan mekanis”, jelasnya. ” Mereka terpilih melalui proses seleksi ketat dan harus mengikuti berbagai pelatihan dan simulasi,” tambah Anang yang berprofesi sebagai dokter emergency di PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Dalam kesempatan tanya jawab muncul pertanyaan dari peserta terkait bantuan Muhammadiyah untuk Palestina. Gunawan Hidayat selalu sekretaris Lazismu PP Muhammadiyah yang menjadi bagian dari tim advance EMT Muhammadiyah memberikan penjelasan secara umum bahwa Lazismu bertugas melakukan penggalangan dana bencana dan kemanusiaan termasuk untuk Palestina. Distribusi dana tersebut selanjutnya dikoordinasikan dengan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dari hasil kajian lapangan. Atas dasar kajian kebutuhan di lapangan tersebut selanjutnya Lazismu membelanjakan dalam bentuk food item maupun non food item termasuk logistik medis.

Berikutnya Lazismu akan memberikan laporan kepada publik berdasarkan laporan dari lapangan yang dihimpun oleh MDMC. Mekanisme ini berlaku tidak hanya respon di dalam negeri saja tetapi juga berlaku untuk respon luar negeri termasuk Palestina ini. Gunawan melanjutkan penjelasannya terkait dana yang terkumpul untuk Palestina yang mencapai 40 miliar rupiah.

“Dari dana tersebut yang sudah kami tasyarufkan mencapai nilai 28.998.280.433 rupiah dalam bentuk makanan, pakaian, selimut, tenda dan logistik medis (obat-obatan dan lainnya) . Bantuan tersebut telah kami kirim ke Gaza beberapa waktu lalu. Sedangkan khusus untuk logistik medis rencananya akan kami kirim nanti malam (Ahad malam waktu setempat). Dana sisanya akan kami persiapkan untuk dukungan EMT Muhammadiyah dan program recovery. Kedatangan kami ke Mesir ini dalam rangka melakukan kajian teknis sebelum dana tersebut kami gunakan”, tambah Gunawan mantan sekretaris umum PP Pemuda Muhammadiyah.

Dalam kesempatan tanya jawab juga terungkap keingintahuan peserta bagaimana pengalaman anggota tim advance dalam menjalankan tugas respon bencana dan kemanusiaan. Salah seorang menanyakan bagaimana menjaga keselamatan dan keamanan personil yang sedang bertugas. Pertanyaan tersebut ditanggapi oleh Wahyu Pristiawan Buntoro yang menerangkan bahwa pada prinsipnya setiap personil yang bertugas di lapangan harus memahami prosedur tetap keselamatan dan keamanan diri dan lingkungannya terutama rekan sesama anggota tim.

“Kami selaku petugas safety and security wajib mengingatkan soal prosedur tetap tersebut kepada siapapun yang terlibat di dalam tim. Mereka harus menggunakan APD (alat pelindung diri) sesuai jenis penugasannya, menjaga keamanan dan keselamatan peralatan yang dipergunakan. Dalam situasi krisis seperti perang dan konflik tentu kami harus memastikan keamanan tim ini dengan otoritas keamanan negara setempat. Ini semua penting agar tim dapat memberikan pelayanan kepada penduduk terdampak dengan maksimal dan aman”, tegas Pristiawan yang sehari hari berprofesi sebagai Komandan TRC (tim reaksi cepat) BPBD Provinsi DIY.

Salah seorang peserta juga menanyakan mekanisme pengelolaan logistik EMT saat bertugas apalagi dalam situasi bencana kerap terjadi ketiadaan pasokan listrik, air bersih dan makanan. Menanggapi pertanyaan tersebut Huda Khairun Nahar memberikan penjelasan bagaimana EMT Muhammadiyah menghadapi situasi tersebut. “EMT Muhammadiyah harus bisa menyediakan pasokan listrik mandiri sehingga kami akan membawa genset lengkap dengan instalasi listrik. Kami menghitung kebutuhan makan anggota tim selama 14 hari bertugas sehingga bahan pokok makanan juga harus disediakan. Demikian juga untuk urusan air bersih dan sanitasi harus disediakan mandiri. Ini merupakan prosedur tetap yang kami berlakukan sehingga tim tidak mengalami ketergantungan dengan pihak atau malah bahkan merepotkan pihak lain. Kalau sudah berniat membantu orang lain jangan sampai malah membikin repot orang yang kita bantu.” Ungkap Huda yang merupakan senior logistician EMT Muhammadiyah. Di akhir acara tim advance EMT Muhammadiyah menyerahkan cinderamata untuk PCIM Mesir yang disambut suka cita peserta yang hadir.

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Share