Kabar Ortom
Beranda » Blog » Pelatihan Dasar Jurnalistik; Mengintip Dapur Reportase dan Jagat Pustaka

Pelatihan Dasar Jurnalistik; Mengintip Dapur Reportase dan Jagat Pustaka

Oleh: Nadya Kamila

Kamis, 10 Juli 2025―Lonjakan antusiasme peserta yang datang dari kalangan masisir awalnya tidak masuk dalam prediksi panitia. Pada mulanya, Pelatihan Dasar Jurnalistik ini dimaksudkan untuk memupuk semangat literasi di kalangan internal PCI Muhammadiyah dan Aisyiyah Mesir, namun Mbak Uttiek, begitu beliau akrab disapa, menginginkan dampak yang lebih luas. Maka diadakanlah satu pertemuan Pelatihan Dasar Jurnalistik bertajuk “Menulis Itu Mudah, Yang Sulit Itu Kamu.”

Menjadi pemateri dalam seminar ini, Marfuah Panji Astuti―akrab disapa Mbak Uttiek, seorang jurnalis yang berpengalaman selama 25 tahun sekaligus Islamic travel writer. Bukan tanpa alasan, memilih Mbak Uttiek untuk mengisi sesi ini merupakan kesempatan emas yang tak patut dilewatkan. Selain aktif sebagai jurnalis, Mbak Uttiek juga mempunyai banyak karya yang diterbitkan oleh penerbit nasional, di antaranya; Journey to The Light, Journey to Andalusia, Journey to The Greatest Ottoman, Journey to Samarkand, dan Land of Stars, yang tahun ini masuk nominasi buku Islam terbaik di IBF Jakarta.

Pelatihan Dasar Jurnalistik ini diadakan di Markaz Dakwah Muhammadiyah Mesir. Seluruh sesi mulai dari pembukaan hingga penghujung acara pun disiarkan secara langsung melalui akun Instagram PCI Aisyiyah Mesir (@aisyiyahmesir_), dan turut hadir secara daring pula civitas akademika dari Universitas Muhammadiyah Jakarta serta Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jakarta.

Acara dimulai pukul 11.00 tepat. Antusias dan kesungguhan para peserta membuat acara dapat dimulai dan berakhir sesuai rencana. Pelatihan Dasar Jurnalistik dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Umum PCI Aisyiyah Mesir, Ustadzah Dian Nafi’ El-Hammami, Lc., dan Pimpinan Redaksi Shaffatul Aisyiyah, Ustadzah Ghina Syaikhah Mumtaz. Dalam sesi ini pula diperkenalkan majalah Shaffatul Aisyiyah serta memberi maklumat bahwa pada bulan Agustus nanti akan terbit edisi ke-14 bertema “Rekam Juang Palestina dalam Sejarah”.

Di sesi materi, semua peserta tampak antusias mengamati slideshow yang ditampilkan proyektor dan menyimak materi yang dipaparkan oleh Mbak Uttiek. Materi yang disampaikan mencakup proses berjalannya penerbitan majalah konvensional, artikel populer di situs nasional, hingga kiat-kiat menembus penerbit buku-buku populer. Tak ketinggalan, ada juga materi tentang jurnalistik lewat fotografi dan bagaimana caranya menarik perhatian pembaca lewat infografis. Tak terasa, satu jam lebih berlalu. Sesi ini juga diikuti dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Begitu seluruh sesi berakhir, segenap peserta yang hadir di aula K. H. Ahmad Dahlan itu mengadakan foto bersama.

Pelatihan Dasar Jurnalistik yang diadakan oleh kru Shaffatull Aisyiyah ternyata menjadi agenda pengabdian masyarakat pertama yang bertajuk kepenulisan, jurnalistik lebih spesifiknya. Harapannya, semoga semangat literasi tumbuh subur di antara diaspora Indonesia yang ada di Mesir secara umum, dan kader-kader PCIM/A secara khusus. Karena semua orang akan mati, kecuali karyanya, jadi seyogyanya kita meninggalkan sesuatu untuk membahagiakan diri kita di akhirat kelak.

 

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Share