Berita PCIM
Beranda » Blog » Pembentukan Tim MDMC Mesir dan Pelatihan Bersama MDMC PP Muhammadiyah

Pembentukan Tim MDMC Mesir dan Pelatihan Bersama MDMC PP Muhammadiyah

Kairo – Setelah terbentuknya tim pertama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir, sebuah pelatihan intensif digelar untuk seluruh relawan MDMC Mesir. Pelatihan ini dipandu langsung oleh Pimpinan Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari, pada Rabu, 18 September 2024, dan Kamis, 19 September 2024, bertempat di Aula Markaz Dakwah Muhammadiyah, Mesir. Acara dihadiri oleh Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan, S.T., Wakil Sekretaris I MDMC PP Muhammadiyah Budi Santosa, S.Psi., M.K.M., Bidang Jaringan dan Kerjasama Internasional MDMC PP Muhammadiyah Ahmad Nashrullah, B.Sh., M.Ag., serta Bidang Pendidikan dan Pelatihan MDMC PP Muhammadiyah Drs. Syahri Ramadhan yang turut hadir secara daring melalui Zoom Meeting. Ketua PCIM Mesir, Fathi Fathurrahman Saputra, Lc., juga turut hadir langsung dalam acara ini.

Pelatihan dibuka dengan materi pertama berjudul “Fikih Keagamaan” yang disampaikan oleh Budi Setiawan. Dalam paparannya, Budi menegaskan bahwa bencana bukanlah bentuk murka Allah, melainkan merupakan bentuk kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya. “Bencana bukan bentuk murkanya Allah kepada hamba-Nya, melainkan bentuk kasih sayang dari Allah untuk hamba-Nya,” jelas Budi Setiawan.

Materi kedua yang bertajuk “Tata Kelola Organisasi MDMC” disampaikan oleh Budi Santosa. Ia menekankan bahwa MDMC tidak bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi dengan badan-badan otonom Muhammadiyah lainnya, seperti Aisyiyah dan Lazismu. “MDMC tidak bergerak sendiri, tetapi bersama dengan badan otonom Muhammadiyah lainnya,” ujar Budi Santosa.

Selanjutnya, Ahmad Nashrullah memberikan materi ketiga berjudul “Kemitraan dalam Aksi Kemanusiaan Global.” Ia menjelaskan berbagai aspek penting dalam menjalin kemitraan, seperti profil calon mitra, pentingnya memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang, serta mencari dan membangun relasi yang kuat. “Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bermitra, seperti profiling calon mitra, memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang, serta mencari dan membangun relasi,” jelas Ahmad Nashrullah.

Materi terakhir yang berjudul “Standar Bantuan Internasional” disampaikan oleh Syahri Ramadhan. Dalam materinya, Syahri menekankan pentingnya hak-hak para korban bencana, seperti hak untuk hidup bermartabat, hak mendapatkan bantuan kemanusiaan, serta hak atas perlindungan dan keamanan. “Setiap orang yang terkena bencana memiliki hak-hak seperti hak hidup bermartabat, mendapatkan bantuan kemanusiaan, serta perlindungan dan keamanan,” ungkap Syahri Ramadhan.

Setelah sesi pemaparan materi selesai, acara dilanjutkan dengan penyusunan program kerja MDMC PCIM Mesir untuk satu periode ke depan. Acara ini kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan narasumber. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik dalam memperkuat peran MDMC Mesir dalam aksi-aksi kemanusiaan, baik di tingkat lokal maupun internasional.

Penulis: Tim Humas dan Media MDMC PCIM Mesir

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Share