RAKERPIM 2026: Proyek Besar Revitalisasi MCIS dan Sinar Muhammadiyah, hingga Pengadaan Umsiyah Tarjih
Kairo, Sabtu (22/11), sebagai upaya menyusun strategi organisasi dan memastikan program satu periode ke depan tepat sasaran, pimpinan harian PCIM Mesir menyelenggarakan RAKERPIM bagi seluruh pengurus terpilih periode 2026/2028 di Aula K.H. Ahmad Dahlan, Hay Tasi’. Acara yang dimulai pada pukul 10.45 CLT tersebut terbagi dalam beberapa sesi, meliputi sosialisasi rancangan program kerja dan anggaran belanja, rapat kerja PCIM dan pimpinan majelis, serta presentasi hasil rancangan program kerja dari masing-masing majelis.
Penghidupan kembali MCIS (Muhammadiyah Centre of Islamic Studies) dan Sinar Muhammadiyah menjadi salah satu isu yang disorot pada RAKERPIM kali ini. “Sebagaimana yang kita tahu (MCIS) pernah ada, ya. Kemudian dibekukan, makanya di periode ini insyaallah akan kita revitalisasi,” papar Dzurriyata Qurrata A’yunin. Faizzia sebagai ketua Majelis Keilmuan juga menyampaikan bahwa MCIS dan Sinar Muhammadiyah akan saling berkoordinasi, MCIS sebagai pengisi konten, dan Sinar Muhammadiyah yang akan memublikasikan isi konten. “Insyaallah target kita dalam dua bulan MCIS sudah bisa diresmikan,” ucap Faizzia saat ditanya target khusus mengenai tempo berdirinya MCIS. Fairuz sebagai ketua Majelis Pustaka dan Informasi juga menyampaikan bahwa Sinar Muhammadiyah akan dipersembahkan oleh PCIM sebagai kenang-kenangan untuk muktamar Muhammadiyah yang akan datang.
Selain revitalisasi MCIS dan Sinar Muhammadiyah, RAKERPIM juga membahas pembentukan sejumlah tim ad hoc. Dalam pemaparan ketua dan wakil ketua umum, Imbatsani menyampaikan bahwa pada periode ini, PCIM Mesir akan membentuk beberapa tim ad hoc untuk mengkaji atau mempersiapkan penyusunan beberapa instansi sebagai amanat resmi dari Musycabis 2026. Tim ad hoc tersebut meliputi Tim Satgas, Tim Psikologi, Tim Persiapan Muktamar Medan, Tim Tamlik TK dan Kajian SD Muhammadiyah, Tim MCIS, serta Tim Sinar Muhammadiyah. “Rencananya tim ad hoc ini akan kita resmikan saat pengukuhan pengurus PCIM/PCIA oleh PP Muhammadiyah, sekalian waktu Pak Agung Danarto dan Gus Bach datang ke Mesir bulan September besok,” jelas Imbast.
Di sisi lain, Majelis Tarjih dan Tajdid turut membawa gebrakan baru pada periode ini melalui program Umsiyah Tarjih, yaitu forum diskusi permasalahan terkini dalam lingkup Masisir dalam perspektif tarjih. Program ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan ketarjihan kader PCIM. “Jadi banyak permasalahan yang terjadi akan kita bahasakan pada forum yang kita sebut Umsiyah Tarjih, ikhtilat bagaimana hukumnya? Jasa transfer bagaimana hukumnya? Anonim di Facebook pasar Masisir bagaimana hukumnya? Itu semua akan kita bahas betul-betul dari sisi ilmiah, dan kita mengundang semua dari tingkat 1 sampai tingkat 4, bahkan S2, untuk aktif dan bahkan jadi panelis di forum tersebut. Umsiyah Tarjih ini seperti Bahtsul Masail kalau di NU,” papar Fathan Azkia selaku ketua Majelis Tarjih dan Tajdid.
Acara yang ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Habib Muttaqin ini berakhir pada pukul 18.15 CLT. Usai acara, seluruh peserta melakukan pengukuran seragam, ramah tamah, dan foto bersama.
Redaktur: Febdiyu Akhmad Mazaya

Leave a Reply