Nasr City, 10 Desember 2024—Majelis Perkaderan PCI Muhammadiyah Mesir bekerja sama dengan Majelis Perkaderan PCI ‘Aisyiyah Mesir dan Ikatan Pelajar Alumni (IKA) MBS Yogyakarta Mesir menggelar acara temu kader bersama Ustaz Faqihuddin, Lc., pimpinan PPM MBS Yogyakarta. Acara ini berlangsung di Aula K.H. Ahmad Dahlan, Markaz Dakwah PCI Muhammadiyah Mesir.
Temu kader kali ini mengangkat tema Refleksi Perkembangan PontrenMu: Tantangan dan Peluang di Masa Mendatang. Acara tersebut dihadiri oleh warga Muhammadiyah Mesir dan alumni MBS Yogyakarta yang berdomisili di Mesir. Temu kader bersama Ustaz Faqihuddin berjalan lancar dengan suasana penuh antusiasme.
“Tantangan pondok pesantren Muhammadiyah saat ini,” ujar Ustaz Faqihuddin, “adalah krisis pengajar syar’i.”
Ustaz Faqihuddin menjelaskan beberapa penyebab krisis pengajar syar’i di lingkungan pondok pesantren Muhammadiyah. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya kewajiban bagi alumni untuk mengabdi di pesantren. Selain itu, alumni yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi pun belum tentu kembali untuk berkontribusi di pesantren asal mereka.
Selain krisis pengajar syar’i, Ustaz Faqihuddin juga menyoroti tantangan lain, yaitu berkurangnya rasa hormat santri terhadap guru mereka.
“Orang tua yang memondokkan anaknya saat ini sering kali hanya bersifat transaksional. Yang penting anak mereka tinggal di pesantren, semua biaya sudah dibayar, lalu berharap anak mereka mendapatkan fasilitas tertentu,” jelasnya.
Hadirin tampak antusias menyimak pemaparan dari Ustaz Faqihuddin.
“Tema ini sangat relevan bagi teman-teman lulusan Timur Tengah yang nantinya akan berkontribusi dalam pengabdian,” ujar Deni Sulaiman, Ketua Majelis Perkaderan PCI Muhammadiyah Mesir.
Acara temu kader ini ditutup dengan sesi foto bersama narasumber dan ramah tamah antara peserta dan panitia.
Laporan oleh: Daffa Allamsyah

