Terapkan Sekarang! 4 Tips Tetap Energik Selama Ramadan untuk Masisir
Seperti halnya kedatangan tamu Istimewa di rumah kita, maka banyak hal yang perlu disiapkan lebih awal. Ramadan, “tamu Istimewa” umat Islam telah tiba. Semua orang bersukacita menyambutnya. Sebagian orang menikmati bulan ini bersama keluarga di rumah, sebagian yang lain menghabiskan waktu Ramadan bersama kerabat di tanah perantauan. Misalnya para masisir, sebutan bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menjalankan studi di Mesir, sebagian besar dari kita menjalankan ibadah Ramadan di rumah kedua kita, Mesir.
Sebagai perantau, kita dipaksa serba mandiri secara alami oleh keadaan. 1 Ramadan 1995 H di Mesir sendiri jatuh pada tanggal 11 Maret 2024 dimana negara ini sedang mengalami musim pancaroba, transisi dari musim dingin ke musim panas. Sudah menjadi rahasia umum bahwa beberapa penyakit sering muncul di kala musim ini, seperti flu, demam, sesak napas, hingga demam berdarah. Karenanya, imun tubuh perlu terus ditingkatkan terlebih di kala Ramadan seperti ini. Lalu, apa saja tips tetap energik dan kuat beraktifitas selama Ramadan untuk para masisir?
- Jangan lupa sahur dan atur pola makannya
Rasulullah SAW bersabda, “Makanan sahur itu berkah. Maka janganlah kalian meninggalkannya meski hanya meminum seteguk air, karena Allah subhanahu wa ta’alaa dan para malaikat mendoakan rahmat kepada orang-orang yang memakan makanan sahur.”
(HR. Ahmad no. 11003, dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Jami’).
Begitulah Islam mengingatkan umatnya tentang pentingnya sahur. Faidahnya tentu tidak cukup sampai disitu. Penulis yakin kita sudah sering membaca artikel-artikel tentang keutamaan sahur, seperti mendapat rahmat dari malaikat, pembeda umat dari ahli kitab lainnya, serta waktu yang tepat untuk berdoa dan berzikir.
Selain dianjurkan Islam, faidah sahur cukup banyak dari sisi kesehatan. Selain memberi energi, sahur ternyata menguntungkan bagi para penderita GERD (gangguan pencernaan karena asam lambung), mencegah sakit kepala, mencegah hipoglikemia atau kadar gula darah rendah, dan menjaga berat badan.
- Tetap berolahraga.
Tentu ini menjadi tantangan sulit bagi kaum masisir. Lebih-lebih olahraga adalah salah satu kegiatan yang dijadwalkan secara mandiri. Tanpa kesadaran diri sendiri atau ajakan teman, olahraga tidak akan pernah dilakukan sampai kapanpun. Dilansir dari Indonesiabaik.id, banyak beberapa manfaat yang didapat ketika berolahraga. Diantaranya adalah: proses pembakaran lemak lebih cepat karena ketiadaan karbohidrat, mendorong fleksibilitas dan peremajaan tubuh, mengoptimalkan kinerja hormon serta meningkatkan sensitivitas insulin yang bisa mencegah penyakit diabetes.
Berolahraga saat berpuasa tentu memiliki mekanisme tersendiri agar tidak membahayakan kesehatan. Waktu olaharga yang dianjurkan yaitu sebelum sahur, sebelum tarawih, atau satu jam sebelum berbuka. Saat puasa, olahraga yang disarankan adalah bersepeda, jalan cepat, jogging lambat, atau latihan mesin ringan di pusat kebugaran.
- Tidak langsung makan berat ketika berbuka.
Waktu buka puasa tentu menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu di bulan Ramadan. Sebagai perantau, tradisi Mesir yang masih hidup hingga tahun ini, yaitu Maidaturrahman (sajian buka puasa gratis) tentu terlihat cukup menggiurkan. Jenis makanan yang dihidangkan pun bermacam-macam, mulai dari nasi, ayam fillet, kuftah, roti, dan masih banyak lagi.
Pada dasarnya, langsung menyantap makanan berat seperti nasitidak dilarang. Namun porsinya harus diperhatikan. Pastikan agar jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak berlebihan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan pada sistem pencernaan, terkait saat berpuasa seseorang tidak makan dan minum selama hampir 14 jam.
Langsung makan berat saat berbuka puasa seperti mengonsumsi nasi, dapat memicu kenaikan kadar gula, yang berakibat tubuh menjadi lemas. Akibatnya, otak akan kekurangan oksigen dan glukosa, sehingga membuat seseorang lebih mudah mengantuk. Anjuran buka puasa yang baik seharusnya mengonsumsi makanan ringan atau takjil terlebih dulu, tetapi jangan berlebihan. Selanjutnya diikuti dengan konsumsi makanan berat 30 menit kemudian. Jika dipaksakan, perut bisa saja menjadi tidak nyaman, kembung, mual, atau terasa perih. Peringatan sederhana ini pada faktanya tidak ramai di kalangan masisir. Oleh karena itu, perlu membuat reminder untuk diri sendiri dan mengingatkan teman sekitarnya akan hal ini.
- Nikmati puasa dan salat tarawih di Mesir.
Beribadah akan terasa ringan apabila kita memahami alasan diperintahkannya dan menikmati perjalanannya. Tidak seperti di Indonesia, sering berjalan kaki dan menaiki banyak anak tangga adalah dua hal yang selalu dijumpai ketika bertahan hidup di Mesir.
Salat tarawih di Mesir sendiri juga terbilang cukup berbeda dengan yang ada di Indonesia. Ketika masjid di Indonesia hanya memerlukan waktu 30 menit untuk menyelesaikan salat sunnah khusus Ramadan ini, kebanyakan masjid di Mesir memerlukan waktu 2 jam, terhitung dari sekitar jam 19.30 hingga jam 21.30. bacaannya yang tartil dan melafazkan surah-surah panjang adalah dua alasannya. Dengan berbekal iman dan pengetahuan, tidak menjadikan kondisi ini sebagai beban adalah kunci menikmati Ramadan di Mesir tanpa mengeluh.
Itulah empat tips yang bisa dicoba para masisir agar tetap bugar dalam beraktifitas selama Ramadan. Jangan karena dalih puasa, hanya bermalas-malasan dan tidur di kasur, ya! Happy Ramadan, everyone!
Oleh : Ghina Syaikhah

Leave a Reply