Wisuda Universitas Al-Azhar 2024: Kader Muhammadiyah Siap Mengabdi untuk Umat
Kairo, 6 November 2024 – Universitas Al-Azhar, yang dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di dunia, kembali menggelar prosesi wisuda yang dihadiri oleh ribuan lulusan dari berbagai penjuru dunia. Dalam acara yang berlangsung di Al-Azhar Conference Center (ACC) ini, sebanyak 1.505 wisudawan dan wisudawati dari 39 negara turut meramaikan momen bersejarah ini. Di antara mereka, terdapat 50 lulusan yang merupakan kader Muhammadiyah, yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan mereka tahun ini.
Acara wisuda ini berlangsung dalam suasana yang khidmat dan penuh makna, dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Salamah Daud, Sekjen Majma’ Al-Buhuts Al-Islamiyah, Muhammad Abdul Dayim Al-Jundiy, serta Ketua Ikatan Alumni Al-Azhar, Dr. Abbas Syuman. Selain itu, hadir pula pejabat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo, termasuk Komjen Pol Purn Dr. H. Syafruddin Kambo, yang memberikan dukungan penuh kepada para lulusan.
Acara dimulai dengan penayangan video persembahan dari para wisudawan yang menegaskan komitmen mereka sebagai duta Wasatiyah Islam. Mereka bertekad untuk menyebarkan semangat moderasi Islam dan ilmu yang telah mereka peroleh ke seluruh dunia, sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh Muhammadiyah.
Ustaz Khoirul Huda, salah satu wisudawan asal Indonesia dan kader Muhammadiyah, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur telah menimba ilmu di Al-Azhar Syarif, universitas terbaik di dunia, di negeri para nabi. Di sini, saya tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memperluas wawasan dengan pelajar dari berbagai negara,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan kepada rekan-rekannya untuk terus memperdalam ilmu, karena setelah kembali ke Indonesia, waktu untuk belajar akan terbatas dan fokus akan lebih banyak tertuju pada dakwah.
Ustaz Khoirul Huda menekankan pentingnya bagi mahasiswa Al-Azhar untuk tetap berkomitmen dalam menimba ilmu dan memperkaya pengalaman di organisasi. “Kepada kader Muhammadiyah, mari kita lebih aktif dalam berorganisasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Pesan ini sejalan dengan semangat Muhammadiyah yang selalu mendorong anggotanya untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat.
Setelah pembacaan sumpah wisuda, acara dilanjutkan dengan pesan dari Prof. Dr. Nahla Soidy, Penasehat Imam Besar Al-Azhar untuk urusan pelajar asing. Ia mengingatkan para wisudawan untuk selalu menjaga amanah ilmu dan berusaha dengan tulus dalam melayani umat Islam di seluruh dunia.
Di hadapan 900 mahasiswa Indonesia yang baru saja menyelesaikan studi S1 mereka, Dr. H. Syafruddin Kambo menyampaikan harapan yang besar. “Kalian adalah harapan bagi Indonesia. Ilmu yang kalian bawa sangat dibutuhkan untuk membangun bangsa dan menstabilkan Indonesia di kancah global, terutama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2025,” tegasnya.
Acara wisuda ditutup dengan pemanggilan para wisudawan dan pemberian penghargaan Takrim Mutafawwiqin kepada lulusan berprestasi. Sebanyak 18 wisudawan menerima penghargaan tertinggi, summa cum laude atau mumtaz ma’a martabatis syaraf, sebagai pengakuan atas capaian akademik luar biasa mereka, termasuk beberapa di antaranya berasal dari Indonesia.
Dengan berakhirnya acara ini, Universitas Al-Azhar kembali menciptakan sejarah baru, melahirkan para sarjana yang siap menyebarkan ilmu dan berkontribusi untuk kemajuan umat manusia di seluruh dunia. Melalui semangat dan dedikasi para wisudawan, diharapkan ilmu yang diperoleh dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik di Indonesia maupun di kancah internasional. Kader Muhammadiyah yang baru dilantik ini diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Penulis: Cakipin Jr

Leave a Reply