KAIRO – Dalam upaya memperkuat kaderisasi Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir menggelar Baitul Arqom pada 18–19 Juli 2026 di Markaz Dakwah Muhammadiyah Mesir. Kegiatan yang diikuti 90 peserta ini menjadi bagian dari semarak Musyawarah Cabang (Musycab) XI PCIM Mesir sekaligus mempersiapkan kader penerus organisasi.
Ketua PCIM Mesir, Fathi Fathurrahman, menekankan bahwa penyelenggaraan Baitul Arqom merupakan wujud komitmen PCIM Mesir dalam mengemban amanah kaderisasi Muhammadiyah. “Muhammadiyah secara umum, dan PCIM Mesir secara khusus, adalah sebuah kapal besar. Agar kapal tersebut terus berjalan, kaderisasi menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi,” ujarnya.
Berbeda dengan penyelenggaraan Baitul Arqom pada tahun-tahun sebelumnya, kali ini PCIM Mesir berkolaborasi dengan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyampaian materi secara hybrid dengan narasumber dari PP Muhammadiyah yang bergabung melalui Zoom Meeting.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Taufiqur Rahman, S.IP., M.A., Ph.D., mengapresiasi perkembangan PCIM Mesir serta menegaskan pentingnya penguatan ideologis bagi kader diaspora. “Untuk mengembangkan dan mengoptimalkan peran para kader diaspora, diperlukan penguatan landasan ideologis melalui kegiatan Baitul Arqom ini,” tuturnya.
Dalam Baitul Arqom ini, peserta mendapatkan enam materi yang terdiri dari empat materi utama, yaitu Hakikat Islam, Manhaj Tarjih Muhammadiyah, Tuntunan Ibadah sesuai Tarjih, serta Sosial Kemanusiaan, dan dua materi lokal berupa Ke-PCIM-an serta Komunikasi Kader. Materi disampaikan secara daring dan luring, serta dilengkapi dengan sesi small group discussion (SGD), pre-test, dan post-test pada setiap sesi.
Sebelum kegiatan ditutup, peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang berisi komitmen untuk berkontribusi di lingkungan PCIM Mesir, baik melalui pengabdian di tingkat kelembagaan maupun keaktifan dalam kepananitiaan dan kantong kader PCIM Mesir. Dengan demikian, Baitul Arqom diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang tidak hanya memahami nilai-nilai Muhammadiyah, tetapi juga siap mengamalkannya dalam gerakan nyata.

