Temu Kangen Aisyiyah; Silaturahmi Antarkader Juga Bisa Jadi Seru!
Ahad, 31 Maret 2024. Kader-kader PCI Aisyiyah mesir lintas generasi kembali bersua di Markaz Dakwah Muhammadiyah dalam “Temu Kangen Aisyiyah”. Acara ini diinisiasi oleh Majelis Pendidikan Kader PCI Aisyiyah Mesir untuk mempererat tali silaturahmi kader-kader yang telah lama bergabung sekaligus menyambut para kader Aisyiyah baru yang datang beberapa waktu lalu melalui LKP Fustat. Temu Kangen Aisyiyah kemarin dihadiri oleh total 52 kader Aisyiyah dari berbagai angkatan Muhammadiyah.
Dimulai pukul dua siang hari, acara ini diawali dengan tadarus bersama dan dilanjutkan dengan acara inti yaitu sesi silaturahmi berbentuk talkshow secara daring melalui Zoom bersama dua alumni pengurus PCI Aisyiyah Mesir, Ustadzah Anis Diyah Puspita, Lc. selaku Ketua Umum PCI Aisyiyah Mesir periode 2004-2008 dan Ustadzah Amastasya Dhyaz Pratiwi, Lc. selaku Ketua Umum PCI Aisyiyah Mesir periode 2020-2022.
Turut memberi sambutan pula Prof. Dr. Mami Hajaroh, M. Pd., Ketua Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat Aisyiyah melalui sebuah video singkat. “Selamat ber-Aisyiyah, terima kasih kepada adik-adik yang telah membesarkan Aisyiyah di Kairo,” terangnya.
Sesi talkshow berlangsung khidmat. Mula-mula kedua narasumber berbagi cerita tentang perjuangan para kader Aisyiyah dari masa ke masa. Ustadzah Anis dengan ceritanya mengenai tahun-tahun awal dibentuknya PCI Aisyiyah Mesir, sedangkan Ustadzah Tasya―begitu beliau kerap disapa―melanjutkan cerita tentang perjuangan di PCI Aisyiyah Mesir saat makin banyak kader yang berdatangan ke Negeri Kinanah.
“Kemajuan teknologi menjadikan regenerasi kader-kader Aisyiyah berkembang pesat. Zaman dahulu, banyak kader yang akhirnya berkiprah di tempat lain karena terputusnya sarana komunikasi antargenerasi,” jelas Ustadzah Anis tentang perkaderan di Aisyiyah. Sekarang, beliau aktif di Pimpinan Pusat Aisyiyah sebagai anggota Majelis Pembinaan Kader.
Di akhir sesi, Ustadzah Tasya memberi pesan kepada kader-kader Aisyiyah yang hadir, “Muhammadiyah dan Aisyiyah itu inklusif. Siapapun boleh masuk walaupun tidak berasal dari latar belakang keluarga Muhammadiyah. Dan untuk yang sudah aktif di persyarikatan, silahkan aktif di organisasi lain tapi jangan lupa untuk memprioritaskan Muhammadiyah dan Aisyiyah.”
Tidak selesai begitu saja, acara dilanjutkan dengan membuat kerajinan scrunchie menggunakan kain perca. Anggota Aisyiyah Production House ikut serta memandu berlangsungnya kegiatan menjahit hingga para peserta menyelesaikan karyanya satu persatu.
Temu Kangen Aisyiyah lalu ditutup dengan sesi ramah tamah dan buka bersama kader Aisyiyah Mesir. Besar harapannya acara bertajuk senada kembali diadakan sehingga tersedia ruang untuk saling bercengkrama antarsesama, sekaligus membekali kader-kadernya dengan keterampilan baru dengan cara yang seru.
Oleh : Nadya Kamila

Leave a Reply